Selama ribuan tahun, manusia selalu terpesona akan kerlipan cahaya di langit pada malam hari. Sudah berabad-abad para astronom meneliti bintang dan planet serta mendata pergerakannya. Seiiring dengan berjalannya waktu, mereka belajar bagaimana membuat peralatan untuk melihat bintang dan menandai posisinya. Hal-hal yang mereka temukan tentang bintang dan planet mengubah pendapat manusia tentang Bumi dan keberadaanya di seluruh alam semesta.
Teleskop Pertama
Galileo Galilei (1564-1642) dari Italia adalah astronom pertama yang menggunakan teleskop untuk mempelajari bintang dan planet. Pengamatannya menunjukkan bahwa Bumi bukanlah pusat alam semesta.
Armillary Sphere
Para astronom di Cina kuna menggunakan armillary sphere untuk mempelajari bulan dan bintang. Apabila cahaya bulan menyinari cincin sphere, posisi bulan di langit bisa diketahui
Teori Copernicus
Nicolaus Copernicus (1473-1543) adalah astronom Polandia. Pada masa hidupnya, Gereja mengajarkan bahwa Bumi diciptakan sebagai pusat alam semesta. Namun, Copernicus yakin bahwa Bumi dan planet-planet lain mengelilingi Matahari.


